Jumat, 26 Desember 2008

Rindu Putih
Tebar menusuk sukma tiada sapa hati yang dulu bijak kini, tak dapat bersuara lagisaat bermanja,saat bersenda kini engkau menghilang tanpa pamrih
Indah terasa saat kau adaHanya bimbang berdesis menanti jumpaesok,entah kapan kadang datang lalu tiadakadang hilang,lalu memburu
Miris benar!!!
Ia bunga di lajur nafasku pelurus lalai rangkul cintakuandai waktu bisa dicacisesekali ingin pulangkan yang terlewati

Fredich hady tahta
Semarang,1 Desember 2008

Tidak ada komentar:

Posting Komentar